Pendidik dalam Pendidikan Islam
Nama
Mahasiswa : Salsabila Adawiyah
NIM : 12401027
Semester/
Kelas : 2/ 2A
Prodi : Pendidikan Agama
Islam (PAI)
Mata
Kuliah : Filsafat
Pendidikan Islam
Dosen
Pengampuh : Dr. Syamsul Kurniawan,
S.Th.I, M.S.I
Khairunnisyah, M.Pd
PERAN PENDIDIK SEBAGAI PETANI
PERADABAN
Dalam konteks Pendidikan, pendidik
merupakan salah satu unsur penting agar kegiatan Pendidikan ini bisa
dilaksanakan. Ibaratkan seorang petani, pendidik ini memiliki tanggung jawab
dan tugas yang amat besar dalam merawat serta membimbing peserta didik agar
mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Peran seorang pendidik tidak
hanya tidak hanya untuk mentransfer ilmu atau pengetahuan saja, tetapi juga
membentuk karakter peserta didik sekaligus menjadi teladan dengan mempraktikkan
secara nyata terkait segala bentuk perilaku terpuji yang harus dimiliki oleh
peserta didik.
Melalui tulisan ini saya ingin
menjelaskan betapa pentingnya peran seorang pendidik dalam proses Pendidikan
sekaligus sebagai pembimbing para peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi
yang baik, beriman, dan berakhlak mulia serta berguna bagi orang-orang atau
masyarakat sekitarnya nanti. Tidak lupa untuk menjelaskan atau mengingatkan
kembali kalau setiap orang seperti keluarga, masyarakat, dan lain-lain juga dapat
menjadi seorang pendidik yang memiliki tanggung jawab dalam perkembangan diri
peserta didik baik dalam hal intelektual, spiritual, moral, etika, maupun
kebutuhan fisik mereka.
Memangnya siapa pendidik itu?
Dalam perspektif Pendidikan
Islam, pendidik adalah orang dewasa yang bertanggungjawab terhadap perkembangan
peserta didik dengan mengupayakan perkembangan seluruh potensi anak didik yang
meliputi potensi kognitif, afektif dan psikomotorik untuk mencapai kedewasaan
jasmani dan rohani serta dapat berdiri sendiri memenuhi kewajiban sebagai hamba
Allah, makhluk sosial dan makhluk individu.
Sedangkan di dalam Al-Qur’an dan
as-Sunnah yang merupakan sumber utama ilmu Pendidikan Islam, terdapat sejumlah
istilah tentang pengertian pendidik ini diantara lain:
1. al-murabbi,
yakni orang yang memiliki tugas mendidik (pendidik).
2. al-mu’allim,
yakni orang yang berpengetahuan luas dan mampu menjelaskan atau memberikan
informasi tentang kebenaran kepada peserta didik.
3. al-muzakki,
yakni orang yang melakukan pembinaan mental dan karakter yang mulia, dengan
cara membersihkan si anak dari pengaruh akhlak yang buruk dan terampil dalam
mengendalikan hawa nafsu.
4. al-ulama,
yakni orang yang mendalami ilmu agama, memiliki karisma, akhlak mulia, dan kepribadian
yang saleh.
5. al-faqih,
yakni orang yang memiliki pengetahuan agama yang mendalam terutama tentang
hukum-hukum Islam.
Menurut Ahmad Tafsir, “Pendidik
dalam pandangan Islam ialah siapa saja yang bertanggug jawab terhadap perkembangan
anak didik.” Sedangkan menurut Hasan sebagaimana yang dikutip dari buku karya Ramayulis,
“Pendidik adalah orang yang bertanggungjawab terhadap perkembangan peserta
didik dalam mengembangkan potensinya, dan pencapaian tujuan pendidikan baik dalam
aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik.” Lalu ada Abuddin Nata (dikutip
dari buku Syamsul Kurniawan) yang menyatakan secara garis besar pendidik itu
ada 4 yakni: Pertama, Allah SWT. Kedua, Nabi Muhammad SAW. Ketiga, Orang tua dan
yang Keempat adalah orang lain atau masyarakat.
Imam Al-Ghazali menegaskan
bahwa tugas utama seorang pendidik dalam Islam adalah untuk menyempurnakan,
membersihkan, dan menyucikan jiwa peserta didik, serta membawa mereka untuk
mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mengingat tujuan dari pendidikan Islam
sendiri adalah untuk menjadi manusia paripurna yang seimbang antara ilmu, amal,
dan akhlak.
Sedangkan enurut Ramayulis tugas
pendidik dibagi menjadi dua, yakni tugas pendidik secara umum dan tugas
pendidik secara khusus. Dimana secara umum tugas pendidik yaitu sebagai “waratsat
al-anbiya”, yaitu mengajak manusia untuk tunduk dan patuh pada hukum-hukum
Allah SWT. dan menjadikan peserta didik memiliki kepribadian yang berjiwa
tauhid, kreatif, beramal saleh dan bermoral tinggi guna memperoleh keselamatan
baik di dunia maupun di akhirat kelak. Adapun secara khusus tugas pendidik
yaitu sebagai pengajar (instruksional) yang bertugas merencanakan, melaksanakan,
dan memberi penilaian terhadap program pembelajaran yang dilaksananakan, pendidik
(educator) yang mengerahkan peserta didik pada tingkat kedewasaan dan berkepribadian
islami, lalu sebagai pemimpin (managerial) yang memimpin dan
mengendalikan diri sendiri, peserta didik dan masyarakat yang terkait.
Namun apabila kita melihat atau membaca
berita-berita seputar Pendidikan di era modern saat ini, Pendidikan Islam menghadapi
berbagai macam tantangan seperti banyak peserta didik yang mengalami krisis
karakter dimana moral dan etika serta sopan santun terhadap pendidik atau guru
sudah menurun, dimana mereka tidak terima dan cenderung membangkang apabila
ditegur atau dinasehati ketika melakukan kesalahan dan mereka terkadang akan langsung
mengadu ke orang tua apabila mendapat teguran dari guru yang mana akhirnya
menyebabkan terjadinya konflik antara guru dan orang tua peserta didik. Bahkan
seorang guru bisa di tuntut masuk penjara apabila melayangkan tangan ke peserta
didik, sedangkan peserta didik tidak mendapat hukuman apa-apa selain teguran
apabila menyakiti atau bahkan melakukan kekerasan kepada gurunya. Hal tersebut
tentunya tidak adil karena hanya ada hak perlindungan peserta didik yang lebih
dipentingkan, sedangkan hak perlindungan guru terkadang sering diabaikan bahkan
dilupakan.
Namun terkadang selain masalah dimana peserta didik
tidak menghormati atau melakukan kekerasan kepada guru mereka, di sisi lain ada
juga ada kasus dimana seorang guru memang sengaja melakukan kekerasan fisik ke
peserta didiknya. Bahkan ada pendidik yang melakukan kekerasan seksual kepada
peserta didiknya, hal ini tentunya membuat kesan seorang guru sebagai teladan
baik bagi peserta didiknya jadi tercoret.
Menurut pendapat saya berdasarkan uraian yang saya
tulis diatas, pendidik ini merupakan kunci utama dalam keberhasilan suatu
proses Pendidikan. Dimana pendidik sangat berperan dalam membentuk karakter dan
akhlak peserta didik terutama di era modern saat ini. Mengingat dalam Islam,
seorang pendidik tidak hanya bertugas untuk memberi ilmu pengetahuan kepada
para peserta didiknya, namun sebisa mungkin mencari cara untuk menanamkan
nilai-nilai moral, etika, serta akhlak mulia agar pendidikan Islam yang
diberikan mampu melahirkan generasi yang unggul dan memiliki karakter baik.
Selain bertindak sebagai pengajar, seorang pendidik juga harus bisa menjadi
fasilitator, motivator, inspirator, pembimbing, dan teladan bagi para peserta
didik dan bukannya malah menjadi teladan buruk atau menunjukkan perilaku
tercela kepada peserta didiknya. Karena keberhasilan suatu proses pembelajaran
yang dilakukan tentunya sangat dipengaruhi oleh kemampuan pendidik dalam
menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan sesuai dengan nilai-nilai
ajaran Islam, dan juga partisipasi aktif para peserta didik di dalam kelas.
Jadi dapat disimpulkan kalau pendidik dalam
pendidikan Islam memiliki peran yang sangat peting bagi perkembangan peserta
didik, tidak hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai pembimbing dan teladan
bagi peserta didik. Saya harap seorang pendidik bisa tetap menjadi contoh
teladan yang baik bagi peserta didiknya, mengingat peserta didik belajar tidak
hanya dari apa yang diajarkan tetapi juga dari apa yang dicontohkan oleh
pendidik. Diharapkan pula dengan tetap menjadi teladan dalam berperilaku baik
dapat menyadarkan atau menggerakkan hati para peserta didik yang nakal dan
keras kepala, supaya bisa berubah menjadi pribadi yang baik dan berguna di masa
depan nantinya.
Referensi:
Ali,
Muhammad. 2014. HAKIKAT PENDIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM. Jurnal Tarbawiyah. Vol
11(1).
Anam,
Khoirul., Amri. 2020. Pendidik dalam Perspektif Pendidikan Islam.
Akademika:
Jurnal Keagamaan dan Penddikan. Vol 16(1).
Baidlawie,
MH., Eka, BT. 2018. PENDIDIK DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM. AL-IKHTIBAR
(Jurnal Ilmu Pendidikan). Vol 5(2).
Haris,
Abdul. 2022. HAKIKAT PENDIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM. Ilmuna:
Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam. Vol. 4(1).
Kurniawan, Syamsul., Mutiani, Ria. 2022. Buku Ajar Filsafat Pendidikan Islam. Pontianak: Top Indonesia.
Komentar
Posting Komentar